La Tahzan Innallaha Ma’ana

Tausiyah Ramadhan oleh Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag. Guru Besar UIN Surabaya dan penulis beberapa judul buku.

image

Dalam ceramahnya beliau menyampaikan akan pentingnya seorang pemimpin dalam memberi contoh dan teladan yang baik. Pemimpin harus mampu memberikan motivasi minimal melalui sebuah apresiasi, dengan begitu dia akan memberikan dorongan yang kuat kepada bawahannya sehingga mereka akan bekerja dengan lebih optimis dan bersemangat.

Sesuai tema pada acara ini: “Cahaya Asa Untuk Meraih Kemenangan”. Asa adalah harapan, jangan berharap anda menjadi orang hebat atau pemenang kalau anda tidak mempunyai kepercayaan diri, maka yakinkan diri anda, kuatkan diri anda untuk meraih asa / harapan yang tinggi, dan dari hasil kerja keras itu, anda akan bisa membuat orang lain bahagia, disinilah anda akan memperoleh satu kebaikan disisi Allah, disinilah anda akan memperoleh kemenangan.

“If you want to get the smile of God, please make other people smile”

Di dalam Surat At-Taubah ayat 40, ada contoh pemimpin yang inspiratif dan pemberi semangat yang luar biasa, disana diceritakan tentang kisah Rasulullah Muhammad dan sahabatnya Abu Bakar Ash-Shidiq ketika mereka berdua berada di Gua Tsur untuk bersembunyi dari kejaran kaum kafir Quraisy. Ketika itu Abu Bakar bersedih dan dalam kegelisahannya Rasulullah berkata :

“LA TAHZAN, INNALLAHA MA’ANA” (Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita)

image

Dalam setiap kesulitan dan hambatan, percayalah bahwa Allah akan selalu menolong hambaNya, dalam setiap rintangan dan tantangan hidup, berusahalah untuk selalu optimis, maka Allah akan memberikan kekuatan yang luar biasa kepada kita. Seseorang itu tidak ada yang lemah, hanya mereka kurang memaksimalkan potensi yang sesungguhnya, mereka kurang percaya diri akan potensi yang dimiliki, namun dengan senantiasa mengingat bahwa Allah selalu hadir di setiap kesulitan dan tantangan hidup kita, maka kita akan lebih percaya diri dalam menghadapi setiap masalah. La Tahzan Innallaha Ma’Ana, inilah penyemangat yang akan membentuk asa dan harapan kita terwujud. Inilah Cahaya Asa itu.

La Tahzan… inallaha ma’ana…

rangkaian kata yg terucap saat nabi saw dan sahabatnya (abu bakar) mencoba menyelamatkan diri dari kejaran musuh dalam gua (tsur), ketika algojo sudah sangat dekat sampai terdengar gemerincing suara pedang mereka…

Qs 9 : 40

لَا : Janganlah
تَحْزَن : kalian khawatir (bersedih )
ْ إِن : Sesungguhnya
َّ اللَّه : Allah swt
َ مَعَنَا : menyertai kita

bila seseorang telah “merasa” disertai Allah swt, maka ia tidak akan bermain2 dalam melakukan perintahNya, dan ia akan senantiasa percaya diri menghadapi apapun yg terjadi dlm kehidupannya, karena ia yakin, Allah swt senantiasa menyertainya ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s