​Sudut pandang lain dalam memaknai ayat2 Quran tentang POLIGAMI :-)

Akhir-akhir ini saya baca status ustad muda soal ke “wah”an Poligami yang ditulis dengan bahasa mendayu-dayu bak Novel religi. Mereka menafsirkan ayat poligami ini secara leterlek yang dangkal dan miskin tafsir.

Penulis tidak takut tulisannya dikecam, dituduh liberal, ini dan itu 😀✌

*Saat membaca satu ayat, menelaah dan memahami konteks, hukumnya adalah wajib*

ini perintah! Kalimat yang isinya mengandung perintah berfikir dalam Al-Qur’an lebih banyak daripada Ayat Poligami (yang sifatnya bukan perintah)

Afala.. tatafakkaruun.. Afala ta’diluun.. Afala yandzuruun… Afala yatadabbaruun…

Mari duduk santai dan buka fikiran dengan tenang.

Poligami bukanlah bentuk perkawinan yang dikehendaki Islam. Benar, Nabi mempunyai banyak isteri. Benar, di Quran laki-laki diizinkan menikahi empat perempuan.

Tapi ketahuilah ! Semangat ayat poligami (QS 4: 3) adalah *pembatasan* ,Bukan lisensi menikahi lebih dari satu perempuan.

Begini ceritanya. 

Dulu, di zaman Nabi, suku-suku Arab mempraktekkan poligami tanpa batas. Praktek poligami yang masif ini dipandang tak adil. Islam membatasinya hingga empat saja. Untuk standar zaman itu, pembatasan semacam ini sudah sangat maju. Memusnahkan poligami sama sekali pada zaman itu nyaris mustahil. Ditempuhlah jalan gradual, tadarruj, bertahap. Oke, poligami boleh, tapi empat saja ya. Tapi itu solusi temporer. Bukan keadaan ideal yang dikehendaki Islam.

Situasi ideal yang hendak dituju oleh Islam sejatinya adalah monogami seperti diisyaratkan dari kelanjutan ayat ini: 4: 3 

 ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَلَّا تَعُولُوا

_Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya_

Mengawini budak pun semangatnya adalah meniadakan praktek perbudakan itu sendiri, karena anak keturunannya nanti otomatis bukan berstatus budak lagi.

dan 4: 129 

وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ فَلا تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ وَإِنْ تُصْلِحُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

_Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri (mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang_

Kenapa Kalimat yang sifatnya “mengerem” poligami ini lebih banyak tertuang dalam Al-Qur’an? 

Sebab, *poligami tidak adil bagi perempuan*. Ini bertentangan dengan Ajaran Islam yang menjunjung tinggi keadilan dan hak – hak laki2 maupun perempuan.

Tak ada perempuan (kecuali yang sudah dicuci-otaknya dengan doktrin tertentu) yang mau dipoligami. Sebagaimana tak ada suami yang mau dipoliandri.

Hubungan cinta yang ideal adalah one-to-one. Satu suami-satu-isteri. Oleh karena itu, sangat aneh jika ada kampanye poligami atas nama Islam. Kampanye semacam itu sangat berlawanan dengan penelaahan Quran lebih dalam.

Sebab ayat poligami pun nadanya bukan, “Ayo, rame-rame poligami.” Melainkan semangatnya adalah, “Sssttt, mau poligami ya? Mmmm, boleh, tapi jangan kebablasan ya!” Jadi, spiritnya adalah restriksi (pembatasan) bukan Perintah!

Dan restriksi itu pun hanya dikehendaki sebagi solusi sementara saja, terkait dengan situasi tertentu.

*Maaf klo fotonya cantik2*.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s