Pasangan adalah “kado pakaian” dariNya

Alhamdulillah, malam ini turun ilham, kali ini  tentang pasangan suami istri.

image

“… Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka…” (Q.S. 2: 187)

Ajaran agama yg saya imani hingga saat ini memberikan gambaran bahwa suami istri ibarat pakaian masing2. 

Pakaian sebagai perhiasan

Pakaian sebagai penanda status sosial

Pakaian sebagai pelindung badan

Pakaian pembuat nyaman

Pakaian sebagai penutup aurat

Pakaian sebagai pembeda manusia dan hewan

Dan segala macam fungsi pakaian yg dapat dianalogikan sebagai fungsi suatu pasangan suami istri.

Karena sebelum menikah kita masih belum tau sepenuhnya bagaimana “pakaian” kita tersebut, maka analogi dari kata “libasun” yg diartikan sebagai pakaian agaknya dapat diperjelas (ditafsirkan) sebagai “kado pakaian”.

Setelah terima kado, kita dapat mulai buka pembungkusnya sehingga halal bagi kita untuk mulai menggunakan isinya. Pembukaan kado yg berisi pakaian ini adalah saat akad nikah berlangsung. Ada serah terima antara pengelola kado sebelumnya (org tua) dengan suami / istri yg akan mengelola kado berisi pakaian itu nantinya.

Pakaian itu mulai dipakai menurut fungsinya. Sebagai pelindung,  pembuat nyaman, pelengkap dan lain2.

Kado berupa pakaian tersebut tentunya akan mengalami degradasi seiring berjalannya waktu. Pakaian itu akan nampak kusam, mulai lusuh dan tidak berfungsi dengan baik sebagaimana semula. Karena itu, pakaian perlu dicuci, dijemur, disetrika, diberi pelembut, dijahit bila ada yg terkoyak, dan dibilas sehingga menampakkan keindahan dalam wujud aslinya🙂

Begitu pula dengan “pakaian” kita. Agar tetap dapat menjadi pakaian yg layak pakai, pastilah perlu perawatan, khususnya membetulkan bila melakukan suatu kesalahan (menjahit bagian yg sobek). Agar hasilnya bagus, proses menjahit pun harus dengan perasaan, teknik dan bahan yg sesuai. Penambahan pelembut, pengharum, dan segala proses perawatan pakaian yg biasa kita lakukan.

Untuk dapat merawat kado pakaian dengan baik, hal2 yg musti dilakukan adalah;

1. Menyertakan Allah swt disetiap segala kejadian yg terjadi.

Agar proses berpakaian kita sesuai dengan yang dipersyaratkan, maka kira perlu untuk selalu mengingat dan mengikutsertakan Allah swt disetiap proses berpakaian kita. Jangan lupakan bahwa Ia berkuasa atas segala sesuatu.

2. Semua ada ilmunya.

Untuk berhasil di dunia perlu ilmu, begitu juga untuk berhasil di akhirat, semua perlu ilmu🙂
Jangan berhenti menuntut ilmu, kuasai ilmu akhirat dan ilmu dunia, insyaallah segala permasalahan dapat dilalui dengan lancar, bila kita berpakaian dengan benar dan mengerti ilmunya.
Bila ingin memperindah pakaian, ada ilmunya.
Bila ingin membahagiakan istri, ada ilmunya.
Bila ingin menceraikan istri juga ada ilmunya.
Kuasai ilmunya dulu, baru lakukan decision selanjutnya. Jangan sampai melakukan suatu tanpa tau ilmunya. Ilmu dunia dan ilmu akhiratnya, analisa untung-ruginya, Analisa sebab-akibatnya,
Dll

3. Tingkatkan kualitas hubungan dengan kedua orang tua.

Ridho ilahi ada dalam ridho orang tua. Kita tidak bisa memilih untuk lahir lewat rahim siapa. Dalam berpakaian pun adakalanya butuh advice dari senior kita, bagaimana memakai pakaian dengan baik dan benar. Muliakan kedua orang tua sebagaimana firmanNya,  meskipun kita telah dijadikan kado bagi pasangan hidup kita. Jangan lupakan mereka🙂

Tips ini adalah rangkuman dari tuntunanNya yg disampaikan saat penulis menikahi kado pakaian pilihannya beberapa waktu yg lalu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s