Hakikat Haji

Seiring berjalannya waktu. Semakin mudahnya berhutang, semakin gampangnya masyarakat mendaftar haji, tanpa terasa antrian menuju pemberangkatan kuota haji semakin lama saja saat ini.

Bahkan kalau seandainya tahun 2050 belum kiamat, maka antrian pendaftaran haji bisa nunggu sampai 50-60 tahun.

image

Haji adalah rukun islam ke5, penutup semua “syarat” yg harus dipenuhi bila seseorang mengaku islam.

Tentunya,  haji bukanlah sekadar ibadah ritual fisik tanpa makna. Di sana tidak hanya menjalani ritual memutari batu kotak hitam, berlari2 antara 2 bukit, melempari tiang dengan batu, dll.

Amat merugi seseorang bila ia hanya mengetahui cara2 pelaksanaan ritual haji tanpa ia mengetahui ada makna apa yg disampaikan dalam rangkaian ibadah haji tersebut.

Dengan segala keterbatasan yg ada, kami mencoba menuliskan lagi apa yg telah kami dengar tentang makna pembelajaran yang tersembunyi dibalik pelaksanaan ritual fisik dalam ibadah haji yang kita ketahui. Semoga kita semua dapat mengambil makna dari segala ibadah yg kita lakukan,  sehingga apa yg kita lakukan dapat berbekas pada catatan amal baik perbuatan kita.

Ber-haji dimulai dengan menggenakan pakaian yang sama, baju ikhram. Artinya, pada dasarnya manusia adalah sama. Manusia akan merasa bahwa dia itu kecil, berada di antara milyaran manusia lain ciptaan Allah. Berasal dari sperma, terdiri dari zat Carbon, memiliki ruh dan jiwa untuk menggerakkan jasad jasmaninya. Hanya tingkat ketaqwaan yang membedakan antara manusia satu dengan yang lain. Pelajaran yang dapat kita ambil dari penggunaan baju ikhram yang sama ini adalah kita tidak boleh merasa exclusif dibandingkan dengan manusia lain. Semua manusia adalah ciptaan Allah, tidak ada yang membedakan antar sesama manusia selain tingkat ketaqwaannya. Saat akhir zaman, ada 70 lebih golongan ummat islam, hanya 1 golongan yang selamat. Golongan yang selamat ini adalah golongan yang mampu tenggang rasa dengan yang lain. Golongan yang benar – benar bisa mengejawentahkan filosofi berpakaian ikhram saat menunaikan ibadah haji. Wallahua’lam.

Ritual selanjutnya dalam ibadah haji adalah thawaf. Dalam thawaf, manusia masuk dalam sistem berputar dengan kecepatan konstan. Tidak bisa berjalan lebih cepat dari yang lain meskipun manusia itu memiliki kaki panjang. Artinya, semua amal yang dilakukan manusia harus sesuai dengan porsi. Saat tawaf, manusia musti mampu “menyamakan irama” dengan lingkungan sekitar. Tidak lebih cepat, dan tidak lebih pelan.

Setelah thawaf, ada juga ritual Sa’i. Berlari – lari dari Shafa – Marwa. Sejarah pelaksanaan Sa’i ini dimulai dari nabi ismail dengan siti hajar. Manusia tidak boleh terlena akan suatu titik kulminasi yang telah dicapainya. Ia musti harus terus berusaha dan menetapkan target yang lain. Terus menerus demikian, sehingga ia telah berusaha maksimal menuju Tuhannya.

Ritual lain yang dilakukan saat melaksanakan ibadah haji adalah lempar jumrah. Melempari tiang tembok dengan batu-batu. Pesan tersembunyi dari ritual ini adalah kita seyogyanya melempari “setan” yang ada dalam diri kita saat mulai muncul keragu-raguan dalam rangka pendekatan diri kita kepada Allah. Saat malas shalat tepat waktu, lemparlah setan yg ada padamu, saat malas berinfaq, lemparlah setan yg ada padamu, saat malas beribadah, lemparlah SETAN yg ada padamu!

Puncak ibadah haji adalah wukuf di arafah. Berdiam diri, muhasabah, introspeksi, tafakkur, memohon, menyendiri. Setidaknya, dalam setiap bertindak, manusia musti mengikutsertakan Allah dalam setiap prosesnya. Sebelum melakukan sesuatu, manusia musti “wukuf” memohon petunjuk dan kekuatan dari yang menguasainya.

Tulisan disini merupakan sekelumit hal yang baru kami ketahui, kami catat agar tidak mudah terlupakan disini. Seiring berjalannya waktu, blog ini akan kami jadikan sebagai sarana pencatatan apa yang baru kami dapatkan, agar hal yang baru kami ketahui itu tak lekang musnah begitu saja hilang ditelan zaman yang sudah sangat akhir ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s