Surat Dari India

surat dari presiden india untuk rakyatnya:

image

Kenapa KITA di India begitu malu untuk mengenali kekuatan KITA, prestasi KITA? KITA adalah bangsa yang besar. KITA begitu banyak memiliki cerita keberhasilan yang mengagumkan, tapi KITA menolak untuk mengakuinya. Kenapa?
KITA yang pertama memproduksi susu. KITA nomor satu dibidang satelit deteksi jarak jauh. KITA nomor dua penghasil gandum. KITA nomor dua penghasil beras.

Lihat Dr. Sudarshan, dia telah berhasil merubah perkampungan suku primitif menjadi sebuah komunitas yang berkembang dengan mandiri. Masih banyak lagi prestasi lain tetapi media kita hanya terobsesi dengan berita buruk, kegagalan dan bencana. Suatu waktu saya sedang berada di Tel Aviv dan saya sedang membaca sebuah koran Israel. Waktu itu adalah sehari setelah banyak serangan, pemboman dan korban yang tewas akibat huru hara tersebut. Hamas baru saja melancarkan aksinya. Tetapi halaman depan koran tersebut seorang pria Yahudi yang dalam waktu lima tahun telah berhasil merubah daerah gurun pasir tempat tinggalnya menjadi kebun anggrek serta lumbung penyimpan hasil panen. Jenis berita yang seperti ini yang menggugah perhatian setiap orang. Keterangan berita yang menyeramkan tentang pembunuhan, bom, kematian, malah diletakkan didalam koran. Terkubur bersama berita-berita lainnya.

Di INDIA kita hanya membaca tentang kematian, sakit, terorisme, kejahatan. Kenapa KITA begitu negatif? Pertanyaan yang lain: Kenapa, KITA sebagai bangsa, begitu terobsesi dengan barang asing atau luar negeri? KITA menginginkan TV buatan luar negeri, kaos buatan luar negeri. KITA menginginkan segala teknologi buatan luar negeri atau asing.

Kenapa terobsesi dengan segala yang berbau impor? Apakah kita tidak menyadari bahwa kehormatan atau harga diri datang dari kemandirian? Saya pernah berada di Hyderabad dalam rangka memberi kuliah, ketika seorang gadis berusia 14 tahun meminta tanda tangan saya. Lalu saya bertanya kepada gadis tersebut apa tujuan hidupnya? Dia menjawab: saya ingin tinggal di India yang sudah maju. Untuk dia, KITA harus membangun INDIA agar maju. ANDA harus bisa menyatakan bahwa India bukan bangsa yang terbelakang: India adalah bangsa yang maju.

Apakah ANDA punya 10 menit? Ijinkanlah saya untuk kembali dengan sepenuh hati.

Apakah ANDA punya 10 menit untuk negara ANDA? kalau ya. Baca. Pilihan ada di tangan ANDA.

ANDA bilang pemerintah kita tidak efisien. ANDA bilang KITA kuno. ANDA bilang pemerintah daerah tdiak memungut sampah. ANDA bilang telekomunikasi tidak jalan, kereta api menggelikan, penerbangannya adalah yang terburuk didunia, surat tidak pernah sampai di tujuan. ANDA bilang negara KITA adalah makanan anjing dan tempat yang sangat buruk.

ANDA hanya bisa bilang ini itu, tapi apa yang telah ANDA lakukan tentang itu semua?

Seumpama, seseorang berada di Singapura, sebut saja orang itu adalah ANDA. Mukanya adalah muka ANDA. ANDA keluar dari bandara dan ANDA sedang berada di negeri yang terkenal sangat internasional. Di Sinagpura, ANDA tidak membuang puntung rokok sembarangan atau makan didalam toko. ANDA sama bangganya dengan para pengguna jaringan transportasi bawah tanah yang lainnya. ANDA membayar SGD 5 (sekitar 60 rupee) untuk bisa menyetir melalui Jl. Orchard antara jam 5 sore sampe jam 8 malam. ANDA kembali ke tempat parkir mobil untuk memperbarui karcis parkir ANDA ketika ANDA berada lebih lama di sebuah restoran atau pertokoan, tak peduli siapa ANDA sebenarnya. Di Singapura ANDA tidak berbicara sembarangan. ANDA tidak berani makan di depan umum di Dubai selama bulan Ramadhan. ANDA tidak akan pergi tanpa kerudung di Jeddah. ANDA tidak akan berani menyogok pegawai telepon di London agar membuat tagihan ANDA dibebankan pada pelanggan yang lain. ANDA tidak akan berani mengendarai kendaraan ANDA dengan kecepatan lebih dari 80 km/jam di Washington, apalagi menggertak Polisi yang menilang ANDA dengan alasan bahwa ANDA adalah seorang pejabat penting. ANDA tidak akan berani membuang batok kelapa kosong sembarangan ke pantai di Australia dan Selandia Baru. Kenapa ANDA tidak meludah sembarangan ketika berjalan-jalan di Tokyo? Kenapa ANDA tidak menyewa joki untuk ikut ujian atau membeli ijazah palsu di Boston?

Bukankah KITA masih membicarakan seseorang yang sama, yaitu ANDA? ANDA bisa mematuhi dan menghormati sistem di luar negeri tapi ANDA tidak bisa melakukan hal yang sama di negara ANDA sendiri? ANDA yang bisa dengan mudahnya membuang sampah sembarangan ketika menginjak tanah INDIA. Padahal ANDA bisa menjadi warga negara yang peduli dan tertib di luar negeri, tapi ANDA tidak bisa berlaku begitu di INDIA?

Dalam sebuah wawancara, mantan Walikota Bombay yang cukup terkenal, Tinaikar, menyuarakan pendapatnya mengenai fenomena tersebut. Beliau mengatakan, “Ibaratnya, anjing orang kaya yang buang kotoran dimana-mana, lalu orang pada rebut mengkritik pemerintah setempat karena kota menjadi kotor. Lalu apa yang diharapkan orang-orang seperti itu? Apa harus menyediakan seorang atau beberapa orang petugas kebersihan dengan sapu ditangan yang selalu siap sedia langsung membersihkan kotoran yang keluar dari anjing peliharaan orang kaya tersebut? Di Amerika dan Jepang, setiap pemilik anjing bertanggung jawab penuh atas kebersihan hewan peliharaanya termasuk urusan buang hajatnya. Apa orang INDIA bisa berlaku seperti itu?” Tinaikar benar. KITA di INDIA, ikut Pemilu dan memilih wakil rakyat hanya hanya agar setelah itu KITA bisa cuci tangan melepas semua tanggung jawab KITA.

KITA hanya ingin duduk duduk untuk dimanjakan dan berharap pemerintah yang melakukan semuanya untuk KITA tetapi kontribusi KITA sebenarnya adalah negatif. KITA berharap negara yang bersih tetapi KITA tetap saja membuang sampah sembarangan dan KITA tidak peduli untuk memungut sampah untuk dibuang pada tempatnya. KITA menuntut toilet kereta api yang bersih tetapi KITA sendiri tidak mau belajar untuk menggunakan toilet dengan baik dan benar. KITA menginginkan Indian Airlines dan India Air menyediakan makanan terbaik dan perlengkapan toilet tetapi KITA tidak berhenti menyerobot di setiap kesempatan.

KITA melakukan protes yang keras terhadap masalah kekerasan wanita, mahar, gadis kecil dan lain-lain, tetapi pada prakteknya KITA malah melakukan hal yang sebaliknya. Alasan KITA? Sistem itu terdiri dari apa? Pastinya terdiri dari para tetangga KITA, rumah tangga yang lain, masyarakat dan pemerintah yang lain. Tapi pastinya Saya dan ANDA tidak termasuk di dalamnya.

Ketika ada kesempatan bagi diri KITA pribadi untuk memberikan kontribusi yang positif, KITA mengunci dan menjauhkan keluarga KITA dan menjaga jarak dari negara KITA dan menunggu sampai datangnya seseorang yang bersih untuk bekerja dan melakukan mukjizat dalam membereskan semua masalah atau KITA pergi melarikan diri?

Seperti seorang pengecut yang malas, KITA pergi ke Amerika untuk merasakan kejayaan mereka dan memuji sistem mereka. Ketika New York menjadi tidak aman, KITA lari ke Inggris. Ketika angka pengangguran di Inggris mulai tinggi, KITA terbang ke negara Teluk. Ketika negara Teluk sedang perang, KITA menuntut agar pemerintah INDIA menolong kita untuk pulang ke INDIA. Setiap orang bersikap begitu dalam menganiaya dan memperkosa negaranya sendiri. Tidak ada yang berpikir untuk mengembangkan sistemnya. Kesadaran KITA sudah tergadaikan dengan uang.

Wahai rakyat INDIA, lewat artikel ini saya menghimbau agar KITA benar-benar melakukan instrospeksi diri dan menggugah kesadaran KITA. Saya menyuarakan kembali apa yang pernah dikatakan oleh J.F Kennedy: “Tanyakan apa yang bisa KITA lakukan untuk INDIA. Jangan tanya apa yang bisa INDIA lakukan untuk KITA. Kerjakan apa yang harus dikerjakan agar INDIA bisa seperti Amerika atau mereka yang telah maju”.

Mari KITA Kerjakan apa yang INDIA butuhkan dari KITA.

Tolong sampaikan surat ini ke setiap orang INDONESIA… eh, india……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s