Buah Khuldi

Seandainya Nabi Adam ga makan buah khuldi, maka keturunannya akan tetap ada di surga hingga saat ini. Semua salah Adam. Semua ini gara2 dia makan buah khuldi! Ah, andai saja Nabi Adam ga makan buah khuldi.. Tak perlu keturunannya hidup di dunia fana ini,, tak perlu berjuang susah payah tuk menghuni surgaNya.

Statement di atas sempat meghantui pikiran saya beberapa waktu yg lalu. Hingga saya mencari tahu, ada ‘pesan’ apa yg disampaikan pada manusia, dengan penulisan kisah Adam memakan buah khuldi itu.

67259-Royalty-Free-RF-Clipart-Illustration-Of-Adam-And-Eve-Eating-An-Apple-In-The-Garden-Of-Eden

Dalam kitab suci saya, kisah Adam diceritakan sebagai berikut;

Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu syurga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.” (Q.S. Al-Baqarah [2]:35)

Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: ‘Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan’. (Q.S. Al-Baqarah [2]:36)

Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (Q.S. Al-Baqarah [2]:37)

Kami berfirman: ‘Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati’.
(Q.S. Al-Baqarah [2]:38)

Hakikat dari kisah dimakannya buah khuldi di atas adalah sbb;

Manusia, dlm hal ini diwakili oleh Nabi Adam, lalai akan perintah Tuhannya untuk tidak mendekati, tidak memakan buah khuldi. Nabi adam terlena akan bujuk rayu akan kekuasaan dan keabadian yang dibisikkan syetan bila buah khuldi dimakan. Syetan bersama Siti Hawa menggoda Adam akan buah yg dapat memberikan keabadian. Adam pun terlena. Buah khuldi pun dimakan olehnya.

Adam, mewakili manusia semua, terlena akan tawaran kekuasaan dan keabadian yang dibisikkan syetan kepadanya dan juga istrinya. Jatuhlah Adam pada kesalahan yg besar ; ‘tidak mentaati perintah Tuhannya’

Akhirnya, Adam diturunkan ke dunia, bersusah payah mempertahankan hidup. Mohon ampun akan kesalahannya yaitu lalai pada perintah Tuhannya.

Sebagai anak-cucu keturunan Nabi Adam, kita wajib mengambil pelajaran dari kisah ini. Jangan sampai buah khuldi yg menjanjikan kekuasaan, keabadian, kekayaan, kemuliaan, kehormatan, dll itu kita makan untuk kedua kalinya. Kalau buah ‘khuldi’ itu kita makan, maka kita akan jatuh dari syurga menuju kesulitan hidup di dunia. Jangan sampai kita terlena, dan tidak mentaati perintah Tuhan kita. Jangan sampai syetan2 itu berhasil melancarkan bujuk rayu yang sama. Cukuplah Nabi Adam yg telah memberikan contoh kisah hidupnya pada kita, anak-cucunya ini.

Wallahu a’lam

Another reference;

http://www.gusdurfiles.com/2015/03/dialog-imajiner-antara-gus-dur-vs-santri.html?m=1

One thought on “Buah Khuldi

  1. Assalamualaikum wr.wb,

    firman Allah : “Dan Kami berfirman:”Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga
    ini, dan makanlah makanan-makanan yang banyak lagi baik di mana saja
    yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini yang menyebabkan
    kami termasuk orang-orang yang zalim.” Quran surat Al Baqarah:35.

    disini adam dan hawa boleh makan apa saja yg mereka sukai, kecuali mendekati sesuatu pohon yg terlarang.

    firman Allah : (Dan Allah berfirman): “Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu
    di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang
    kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu
    menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim”.

    disini adam dan hawa boleh makan buah-buahan apa saja yg mereka sukai.kedua ayat ini menunjukkan keadaan mereka di surga.
    sebelum mengetahui makna pohon terlarang tersebut kita musti mengetahui arti surga yg sebenarnya.
    surga adalah tanpa jerih payah hanya kenikmatan saja.
    seluruh makanan sudah tersedia pada pinggan-pinggan untuk adam dan hawa dimana saja meraka berada dalam surga.Allah hanya melarang mereka mendekati suatu pohon( berarti di surga saat itu hanya ada satu pohon) dan Allah tidak ada berfirman salah satu pohon di surga.
    sebenarnya Allah melarang adam dan hawa memetik dan memakan buah dari pohon tersebut karna ini melanggar perintah dan larangan dari Allah.
    ingatlah
    bahwa Allah pernah melarang bangsa yahudi bekerja pada hari sabat
    tetapi mereka melanggarnya sehingga mereka di kutuk menjadi monyet (kera).

    oleh sebab itulah hidup ini bukan hanya untuk bekerja saja tetapi mengabdi kepada Allah S.W.T.
    wassalamualaikum wr.wb,
    sayyid

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s