Manusia Adalah Makhluk “3 in 1”

Kalau kita ingin mengenal Tuhan, maka kita harus mengenal diri sendiri dahulu. Jika orang sudah benar-benar mengenal siapa dirinya, pasti ia mengenal siapa Tuhannya, man `arofa nafsahu faqod `arofa robbahu  (al-hadist)

Sebaliknya, bila kita lupa padaNya, maka kita akan lupa dengan diri kita sendiri; “Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS al Hasyr : 19)”

Jika kita mengumpamakan tubuh manusia sama dengan komputer, maka;

ruh manusia itu bagaikan listrik yg mengaliri kabel power.

jiwa sama halnya dengan program aplikasinya.

Jasad manusia adalah hardware komputer tersebut

Jasad adalah:

– Jasmani manusia yang berasal dari unsur dominan Zat Carbon
– Suatu saat jiwa dan ruh kita akan meninggalkannya
– Di hari kiamat, akan dibangkitkan lagi, pertanggungjawaban dimulai…
Jiwa (nafs) adalah:

Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan (jiwa), dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia mendirikan shalat. (QS al a’la : 14-15)

Pembagian / jenis-jenis jiwa yang disebutkan dalam kitab suci yang saya imani hingga saat ini adalah:

Pertama, nafs amaroti bi al-su’ (QS Yusuf : 53) atau nafsu pendorong kejahatan. Sama dengan yg ada pada HEWAN. Ini adalah tingkat jiwa paling rendah yang melahirkan perasaan seperti; lapar, haus, orientasi sexual, takut,  dsb. Nafsu ini harus dikendalikan.

Kedua, nafs al-lawwamah. (QS al-Qiyamah : 2) Ini adalah jiwa yang menyesal.  Jiwa mulai menyesali kesalahannya, menyadari kelemahannya dan berusaha kembali kepada kemurniannya. Jika ini berhasil maka ia akan dapat meningkatkan diri kepada tingkat diatasnya.

Ketiga adalah Nafs al-Mulhamah atau jiwa yang terilhami. Ini adalah tingkat jiwa yang memiliki  tindakan dan kehendak yang tinggi. Jiwa ini lebih selektif dalam menyerap prinsip-prinsip. Ketika jiwa ini merasa terpuruk kedalam kenistiaan, segera akan terilhami untuk mensucikan amal dan niatnya.

Keempat, Nafs al-mutma’innah (QS al-Fajr 27-30) atau jiwa yang tenang. Jiwa ini telah mantap imannya dan tidak mendorong perilaku buruk. Jiwa yang tenang yang telah mengesampingkan materi.

Kelima, Nafs al-Radhiyah (QS al-Bayyinah : 8) atau jiwa yang ridha. Pada tingkatan ini jiwa telah ikhlas menerima keadaan dirinya. Rasa hajatnya kepada Allah begitu besar. Jiwa inilah yang diibaratkan dalam doa: Ilahi anta maqsudi wa ridhaka matlubi (Tuhanku engkau tujuanku dan ridhaMu adalah kebutuhanku) .

Keenam, Nafs al-Mardhiyyah, adalah jiwa yang berbahagia. Tidak ada lagi keluhan, kemarahan, kekesalan. Perilakunya tenang, dorongan perut dan syhawatnya tidak lagi bergejolak dominan.

Ketujuh, Nafs al-kamilah adalah jiwa yang sempurna. Pada tingkat ini seseorang dapat disifati sebagai Insan Kamil atau manusia sempurna. Hanya Nabi dan para Aulia’ yang menyandangnya. Jiwanya pasrah pada Allah dan mendapat petunjukNya. Jiwanya sejalan dengan kehendakNya. Perilakunya keluar dari nuraninya yang paling dalam dan tenang.

jiwa terbagi dalam tujuh sub item di atas, menurut kitab suci yang saya imani hingga kini. Memang tidak tersirat dengan gamblang, akan tetapi bila kita “mau” menelaah kitab tersebut, maka akan menemukan pembagian yang dimaksud.

Ruh :

ruh adalah dzat yang menyebabkan munculnya kehidupan pada benda-benda mati sekaligus menularkan sifat-sifat ketuhanan kepadanya

Perbedaan jiwa dengan ruh

1. Berdasarkan subtansi

Dalam QS. A Nahl (16):78, QS. Yusuf:22, QS. Al Insaan (76):1, dan QS. Asy Syam (91):7-10 dijelaskan bahwa jiwa merupakan dzat yang labil kualitasnya. Bisa naik, turun, kotor, bersih, dan seterusnya. Perkembangan kualitas jiwa seseorang terjadi seiring dengan pengalaman hidup, ilmu, dan umurnnya. Sementara, ruh dalam QS. Al Hijr (15):29, QS. Tahrim (66):12, QS. As Sajdah (32):9 digambarkan sebagai dzat yang selalu baik, suci, dan berkualitas tinggi. Bahkan merupakan ‘turunan’ dari Dzat Ketuhanan. Tersurat dalam bukunya Pak Agus Mustofa (hal: 22).

2. Berdasarkan fungsi

Jiwa adalah ‘sosok’ yang bertanggung jawab atas segala perbuatan kemanusiannya. Jiwa memiliki kebebasan untuk memilih kebaikan atau keburukan dalam hidupnya.

Pertanggungjawaban itu akan dipikul oleh jiwa ketika ia dikembalikan ke badannya pada hari kebangkitan kelak. Berbeda dengan jiwa, ruh merupakan anugerah Allah yang menularkan sebagian sifat-sifat Allah. Dengan ditiupkannya ruh, saat itulah manusia dapat bernafas.

Intinya, ruh berfungsi sebagai ‘sesuatu’ yang menjadikan manusia itu hidup dan jiwa merupakan ‘sosok’ penentu setiap pilihan dalam kehidupan. Perbedaan makna jiwa dengan ruh dapat kita lihat dalam kegiatan sehari-hari. Tatkala seseorang terlelap dalam tidur, hembusan nafas dan detak jantungnya masih terdengar karena yang ditahan oleh Allah adalah jiwanya, bukan ruhnya. [QS. Az Zumar (39):42]

3. Berdasarkan sifat

Jiwa berpotensi dapat merasakan kesedihan, kegembiraan, ketenangan, dll. Sedangkan ruh bersifat stabil. Ruh adalah kutub positif dari sifat kemanusiaan sebagai lawan dari sifat setan yang negatif.

Keberadaan jiwa dan ruh

Posisi Jiwa berpusat di otak, yaitu pada sektor-sektor tertentu di dalam otak. (Agus Mustofa)

Lantas dimanakah posisi ruh? Sebagaiman kita ketahui bahwa sel merupakan unit terkecil kehidupan. Setiap sel mampu melaksanakan aktifitas kehidupan, seperti respirasi oleh mitokondria, sekresi oleh kompleks golgi, serta proses pencernaan oleh lisosom.

Selanjutnya sel-sel itu bersatu membentuk jaringan-organ-sistem organ-organisme, yaitu manusia, alias kita. Secara tidak langsung kita telah menemukan jawaban bahwa ternyata ruh itu bersemayam di setiap sel tubuh. Subhanallah!

Isi tulisan ini sangat subjektif bergantung pada pembuatnya & merupakan rangkuman dari berbagai sumber, sementara kebenaran sejati hanya ada pada Tuhan Semesta Alam.

Wahai Tuhan Yang Maha Memberikan Petunjuk, tunjukkanlah selalu jalan lurusMu pada kami, agar kami dapat menjadi hamba2Mu yang tidak dilalaikan oleh segala sesuatu yang ada di dunia fana ini,,, amin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s